Setelah ngumpulin referensi, ngulik-ngulik ibcc dan ace hardware, nata-nata sana sini, akhirnya bisa post foto-foto rumah mamah.
This is one of the first interior projects yang lengkap, mulai dari desain interior dan stylingnya, dan alhamdulillah diliput tabloid rumah :)
Project: Aunur Roviek and Siti Romlah's house
Interior Designer: Marissa Fauzia
Photographed by: Tabloid Rumah
ruang tamu
guest bedroom
masterbedroom
masterbedroom
wardrobe
kitchen-dining
living-dining
reading area
lumayan numpang mejeng :p
kalau ada yang mau pesen furniture, atau mau desain interior, ata mau styling aja mangga lho :p
Walo pro bono tapi menyenangkan sekaliiiiii
Jadi sejak mendekor apt kalibata aku menemukan passion baru yaitu mendekorasi. Apalagi kalo bisa mendekor dengan barang-barang yang affordable, duh rasanya seeneeng banget. Karena good furniture kalo ga di dekor dengan baik keliatannya blah banget.
Coba aja liat poto2 iklan apartemen yang disewain yang cuma difoto sekedarnya tanpa dekor apapun, sooo boring. Bedain sama show unit yang udah lengkap pake asesoris ini itu, padahal kan furniturenya sama aja. Tapi show unit kelihatan jauhh lebih menarik. Mungkin juga karena itu juga apartemen kami lakunya cepet dan sampai sekarang masiih ada aja yang nelpon-nelpon nyariin.
Anyway, karena ada kesempatan untuk diliput (semoga jadi, amiin) aku kelimpahan tugas untuk mendekor rumah mam abeh yang baru. How exciting!
Sebelomnya udah nyoba mendekor area kitchen dan master bedroom untuk portofolio, tapi kayanya kurang sukses karena pake asesoris apa adanya (sisa-sisa kalibata malah) yang ga sesuai konsepnya.
Sekarang dikasih budget untuk bela beli dan mendekor, mwahahahaha *evil laugh*
Di rumah baru ini ada 8 area.
1. Ruang tamu
2. guest bedroom
3. guest bath
4. Master bedroom.
5. living room
6. dining room-kitchen
7. 2nd bedroom
8. common area/hallway
uuu cant't wait to start!
Jadi yaaaa...dari dulu itu ga pernah kepikiran akan jadi arsitek.
Pas jaman sma sebenernya pengen jadi fashion designer, hanya karena suka gambar orang, ahahahah cetek yah.
Tentyu tidak direstui ortu yang bercita2 anaknya kuliah di inversitas negeri terutama itebeh.
Jadi aja milih jurusan pokoknya-asal-di-itb-tapi-ada-menggambarnya.
Apa daya tes fsrd ga masuk, dan malah keterima di arsitektur.
Karena niat yang setengah-setengah ini pleus masih jadi ababil yang bukannya serius kuliah malah asik pacaran jadi aja nilai-nilai masa kuliah standar aja ga fantastis.
Nilai studio yang semestinya mencerminkan kemampuan mendesain seseorang dari semester awal ampe tugas akhir B aja gituh.
Ga jelek, ga wow.
Standar.
Lulus kuliah rasanya empet banget gambar-gambar lagi. Mana jaman kuliah dulu masih oldschool alias manual, pake sketsa. And i can't sketch. Jadilah pas lulus berikrar mau banting setir aja ke marketing, ataou perbankan supaya bisa dress up pas kerja (again, alasan cemen) dan working hours yang fixed.
Udah apply kemana-mana dan interview beberapa kali akhirnya keterima di dua perusahaan. PSUD (an urban design consultant) di bandung dan marketing di perusahaan valas di gatsu bandung.
Karena waktu itu masih ababil juga ga bisa ambil keputusan sendiri jadi aja nurut kata ortu untuk nyoba di PSUD dulu sambil mengamalkan ilmu, kalo udah ngerasain boleh deh banting setir.
Pas udah kerja di PSUD, impian semula kembali menggelora. Cita-cita utama sih sebenernya pengen kerja di luar negri, di singapur tepatnya, supaya bisa dress up ( hahaha tetep), experience big city tapi relatif safe. Kalau jakarta? Aku takut kakaaaak, tak kuat menghadapi kejamnya ibukota.
Turns out kerja di PSUD membuka peluang besar, walo kerjanya banting tulang lembur ampe tiap hari sampai ga punya kehidupan dan ga jarang nginep di kantor, dengan gaji minim *sigh*, tapi experience itu bisa membuatku mengumpulkan portfolio. Dan setahun kemudian, i start to work in my dream city.
Daann my life changed completely. And my professional life as well.
Bedanya kerja di luar negeri itu ya ga ada namanya anak bawang, ga ada senioritas. Your opinion counts, even though you're only an assistant. Lingkungan kerja di bandung yang seperti di indonesia pada umumnya membuatku awalnya ga pede mendesain, mengeluarkan pendapat, dan namanya juga freshgrad yaa pastinya disuruh ngerjain yang cemen cemen.
Makanya pas awal ditanyain ide rada kaget juga. Me?? You asked me?? Dan ketika dibilang idenya bagus, makin pede deh, main berani mengekuarkan pendapat, dan makin berani mengeksplor suatu desain. Ga pernah tuh diketawain dibilang "gile cemen banget ide lu!" atau "yaelah basi banget" . Suasana kerja yang supportif dan era digital (yeayy ga mesti sketsa lagi) bikin aku semakin maju.
Akhirnya walau "hanya" berstatus architectural assistant tapi beberapa kali dipercaya bos untuk ngelead project, handle project dari single tower sampe master planning ikut meeting ke luar negeri, sampai submit ideas kalo ada internal competition padahal banyak yang lebih senior dari aku. Dan ga jarang si bos personally asked my opinion kalau lagi meeting.
Bangga? Pastinya, tapi yang penting it really boost my confident, that maybe i DO have the talent for this.
Abis merit pindah ke KL dan apply2. Diterim sama beberapa company terkenal spt veritas, RSP, tapi kesandung masalah visa.
Waktu balik ke bandung lagi udah niat mau pensiun di dunia arsitektur tapi malah dapet tawaran freelance working from home dengan gaji yang sama seperti di KL.
Pas udah cape freelance mau beneran pensiun dan berbisnis, udah buka fashion ol shop, eh dapet tawaran kerja lagi di singapur in another company, tanpa interview.
Pas tau hamil dan akhirnya resign pulang ke Bandung malah dapet beberapa project desain kostan yang completionnya pas ampe nabil lahir dan harus ikut suami ke Rumbai.
Waktu di rumbai akhirnya bener2 vakum karena emang rasanya ga bisa ngapa2in sihhhhh....
Tapi pas sekarang nabil udah agak gede dan udah bisa nyambi2 lagi - lagi alhamdulillah dapet proyek desain.
It seems that every time i tried to walk away architecture always find a way to get back to me.
Tapi akhirnya jadi bersyukur, karena mungkin i do have the design flair, and the ability, jadi harus dimanfaatkan toh, kan karunia ya.
Dan setelah ditilik tilik, arsitektur itu ga menyebalkan ternyata.
Nyebelin kalo harus lembur, kalo ga ada waktu, kalo ga sesuiai dengan keinginan kita, kalo harus ngikutin trend, kalo harus apal nama-nama arsitek dunia (helooo??who?gedung apa?yang mana?) kalo dijadikan pekerjaan yang membebani.
Tapi kalau dijadikan proses visual, proses menjadikan sesuatu menjadi lebih indah, lebih nyaman, lebih personal (huh, maap ya ga suka gaya minimalis dingin sepi ga ada perabot gitu). I like it.
I also enjoyed proses menyampaikan ide, konsep desain, presentasi visual, dan lain lain.
So i guess, I am marissa fauzia, an architect :)
·
Apartment Name: Green Palace
·
Location: Jl. Kalibata Raya Nomor 1, Jakarta Selatan
·
Tower/Floor/View: Nusa Indah/19-AA/City Vew, Pond
·
Size: 35 m2
·
Bedroom: 2
·
Bathroom: 1
·
Condition: 2 BR,BRAND NEW, Minimalist and neatly interior
design, Fully Furnished.
o Living Room: Two
Seater Suede Sofa, Shoe Cabinet, Ceiling Lamp, 32 LCD TV, Refrigerator, 3/4 PK
Air Conditioner, Wall Mirror, Coffee Table and Carpet, Wall-mounted Dining
Table, and Accessories.
o Kitchen: Kitchen Set
with Cabinets, Drawers, 2 modena
built in stove +teka Cooker Hood, Kitchen Sink+Adjustable Tap Water.
o Main Bedroom: 1 Queen Size Bed with 3
Racks Under The Bed +Pillows, Wooden Head Board, Window+Foldable Curtain, Sliding
Door Wardrobe, Bookshelf, 1/2 PK Air Conditioner, Mirror.
o Child Bedroom: 2 Single
Size 2 (Piled) Bed+Pillow, Wooden Head Board, Sliding Door Wardrobe,
Bookshelf, Mirror, Exhaust Fan.
o Bath Room: Shower,
Large Cabinets (Fully Mirror).
·
Facility: National & International TV Cable Channels,
Children Playground, 24-hour Security, Kalibata City Mall in Basement Area,
Access Card, Ground & Basement Parking Lot, Food Court & Restaurant,
Farmers Market, Banking & ATM Center, Mosque, Health & Medical Clinic.
Private Facilities for Green Palace Tenant Only: Swimming Pool for
Children+Adult, Tennis Court, Basketball & Futsal Court (Coming Soon),
Jogging Track & City Forest (Coming Soon), Fishing Compound & Barbeque
area (Coming Soon), 24-hour Direct Intercom Line to Security, 4 Elevator.
·
Additional Info: Very near to Kalibata Train Station and
Kalibata Mall, STEKPI Campus, 15 minutes away from Pancoran and near to
business district (Sudirman, Rasuna Said, Kuningan, Tebet & MT Haryono),
easy access to public transportation (train and bus). Ideal for: students,
married couple and newly small family.
·
Rent Charge: Rp 48.000.000/year or Rp 25.000.000/6 months or Rp
13.000.000/3 months. Include service charge. Exclude water, gas, parking and
electricity. Refundable deposit 1 month fee = Rp 4.000.000. Rent charge is
negotiable.
·
Contact Number: 085-222-868-538 / 26CC3C53
·
E-mail: marissafauzia@gmail. com
Pavilion
Guest House and 3 bedroom house
completed 2012
Designed by: Marissa Fauzia
Photographed and edited by: Marissa Fauzia
Guest House and 3 bedroom house
completed 2012
Designed by: Marissa Fauzia
Photographed and edited by: Marissa Fauzia
tampak muka, kabel listriknya ganggu yaa..
main lobby
skylight untuk pencahayaan alami
taman kering
balkon
Kalo yang ini proyek probono, alias proyek emak abeh :p
Walo begitu alhamdulillah lho, karena lewat proyek inilah namaku dikenal dan klien2 lainpun berdatangan.
Mungkin bisa dilihat similaritynya ya dengan green view, terutama dalam hal material? karena memang belanjanya bareng, materialnya juga bareng supaya dapat harga lebih murah :P
tapi konsepnya sedikit berbeda, pavilon lebih compact sperti perumahan urban, sedangkan green view lebih laidback dan bernuansa alam. Pavilion mencoba menghadirkan suasana rumah yang modern, sehingga membuat betah penghuninya. Di lantai bawah adalah rumah tinggal bagi sang empunya kos, alias mam abehku :D
The Green View
Guest House and boarding house
completed 2012
Designed by: Marissa Fauzia
Photographed and edited by: Marissa Fauzia
Guest House and boarding house
completed 2012
Designed by: Marissa Fauzia
Photographed and edited by: Marissa Fauzia
tampak muka
main entrance
menaggunakan pencahayaan alami
memaksimalkan bukaan
main lobby
dari arah entrance mobil
konsepnya sih berusaha getaway dari model kost2an yang sumpek dan suram asal banyak-banyakan kamar aja :D
Walau kamarnya banyak (48 kamar), tapi kostan ini tetap memiliki pencahayaan yang baik dan view ke indoor garden. Kesan luas dan lapang didapatkan dengan menggunakan double height ceiling pada lobby dan ruang-ruang bersama dan menggunakan tangga melayang sehingga tidak menghalangi visual.
Terdapat pantry di tiap lantai dan area belajar di teras atas.
Proyek ini dikerjakan dari mulai hamil 3 bulan, passs banget pulang dari singapur. Alhamdulillah resign kerja langsung dapet kerjaan, selesai awal tahun 2012.
Bangunan ini bangunan ke 2 yang akudesign and built, bisa dilihat kalau mendesainnya masih takut-takut karena lack of experience :p dan takut jadi kemahalan juga *klien budget terbatas*, terus pengawasannya juga ga bisa maksimal karena terpotong melahirkan dan mengurus bayi, jadi sebenernya masih agak ga puas juga karena ga sesuai dengan konsep awal *welcome to the club, kata yang udah biasa ngejain proyek semacam ini :p*
Tapi alhamdulillaaah banget bisa dapat kesempatan ini, karena membuka kesempatan-kesempatan lain pula, klien-klien baru dan ownernya juga cukup puas jadi ditawarin untuk membangun rumahnya kelak. *amiin semoga jadi*
Diberdayakan oleh Blogger.














































Leave a Comment