One of the room we managed to 'decorate' other than our living room is our sunroom, or porch. But somehow we I never quite satisfied with the progress layout.
Fisrt we had this:

But I'm happy with this for now :D
Fisrt we had this:
The layout is kinda off for my liking but sumehow hubby likes it. We kept this layout for several weeks until i can't take it anymore.
We changed the layout, i prefer this one since the couch and the frame grouping behind somehow more cohesive, cover the couch with ikea throw that we used on the white sofe previously for more colour and texture.
Still, something is not quite right...

Changed the layout again a little bit, change the throw with the stripe throw from ikea (again), add some accessories (actually the clock and frame need to be hung later). This is more satisfying!
I guess the couch need more bold prints since the colour of the room is kinda plain (beige, brown, dash of gray and green). I planned to change the throw with another bold fabric if i could find one, because i think that stripes already perfect at my living room.
I also planned to change the carpet but can't find another room to use it. I know it's blah and kinda ugly, but for Rp 100.000 what do you expect?
There's an ambitious plan to paint this rug oneday, but still find time, material, (and courage) to do it :p
Sun room to do list:
change the lay outadd accesories- add wall art
- paint the rug?
- paint the chairs
- change the dining chair fabric
- add more planters
- add more vibrant cushions
- find bold pattern for the couch
Udah hampir sebulan kami pindah ke Duri, gimana kesan-kesannya?
Alhamdulillah ga homesick parah *err tetep homesick sih :p* dan bisa beradaptasi dengan baik.
Alhamdulillah udah dapet art yang helpfull banget *penting!
Alhamdulillah udah dapat temen, baik temen bundanya maupun temen Nabil
Memang di duri ga ada apa-apa, mall cuma satu, itupun sekelas BIP. Temen-temen yang dulu pernah tinggal di camp dan sekarang tinggal di kota besar pada nanyain; ga bosen? ga jenuh? dulu ampe sma tinggal di hutan, sekarang balik lagi?
Emang duri jauh dari dinamika kehidupan kota besar dan segala hiburannya. Disini adem ayem tentram dan .....sepi.
Tapi Alhamdulillah bisa melakukan hal-hal yang dulu rasanya susaah banget dilakukan.
Misalnya nyoba resep-resep baru.
Baking (almost) tiap hari.
Beraktivitas bervariasi sama nabil (kalo di bandung kan ngikut aktivitas emaknya kaya ke ibcc, ke bank, ke mol, resto :p)
Moto-moto interior rumah dan asik ngulik-ngulik dan nata-nata.
Jahit-jahit, walo sebatas jahit gordyn dan cover cushion tapi kan berkreasiii..
Dan lain sebagainya.
Sampai-sampai agak takut juga jadinya terlalu settle terus jadi males pindah. Disini apa-apa gampang, apa-apa mudah, kalo rumah ada kerusakan dikit tinggal telp langsung beres macam di hotel, kalo bosen tinggal telp taksi gratis langsung bisa kelayapan, walo mol cuma satu tapi ada aja hiburan yang bisa dimanfaatkan.
Padahal kan cita-citanya sebelum usia 40 udah tinggal di beberapa negara, terutama negara impian yang dari dulu kepeengeen banget dikunjungi yang bernisial A (ish sok-sok rahasia), sekarang pas lagi survey-survey jadi mikir. Emang sih seru dan penuh adventure, tapi kan jauh dari sanak saudara, kalo ga punya temen gimana? Terus kalo Nabil udah sekolah gimana? kalo udah ada adiknya gmn? Kalau tinggal di luar kan harus mau ngerjain semua sendiri karena art mahal, emang sanggup? Tinggal diluar sekeluarga kan ga sama dengan tinggal sendiri, harus lebih bisa survive karena tantangannya banyak.
Haish jadi jiper.
Sementara menikmati waktu yang ada di Duri, nikmati semua fasilitasnya, semoga ga keterusan jadi manja, amin :D
Hi All, how's your Idul Fitri?
We did some changes to our furiture arrengements so we could accomodate more guests to sit. I personally prefer this look than the previous one. It has more texture and colour but it's not really functional for Nabil to run around ;p
Just to remind you this is the layout before:
And this is what we did:
We did some changes to our furiture arrengements so we could accomodate more guests to sit. I personally prefer this look than the previous one. It has more texture and colour but it's not really functional for Nabil to run around ;p
Just to remind you this is the layout before:
And this is what we did:
Hari raya cookies :9
Looking at the shots makes me want to shop more accesories for the space (errr..more? how about the other rooms? bedrooms? sunroom? helloo....) Especially the area above the tv, it screams for a statement piece, no?
Anyway the living room looked pretty much like i hoped for. It's not perfect since there's still several to do list for this space. But it's good enough for me, for now :p
Selain cushion, artwork, frames, salah satu item yang kami pake untuk menghias rumah adalah floating shelves.
Apa itu folating shelves?
yaa dari namanya aja udah obvious ya, wujudnya seperti ini:
Pas banget di informa lagi promo buy 1 get 1, jadi waktu di jakarta kami sempetin deh beli 2 dan gratis 2. yippe!!
Lupa mau motoin wujudnya sebelum dipasang dan sistem pemasangannya, soalnya berhubung Nabil takut sama suara bor (oiya, masangnya harus pake bor, tapi semua perintilan untuk masangnya udah 1 paket sama shelvesnya), jadi kami selalu ngungsi waktu Mas Alfa masang.
Taraaa, inilah jadinyaa
Apa itu folating shelves?
yaa dari namanya aja udah obvious ya, wujudnya seperti ini:
Pas banget di informa lagi promo buy 1 get 1, jadi waktu di jakarta kami sempetin deh beli 2 dan gratis 2. yippe!!
Lupa mau motoin wujudnya sebelum dipasang dan sistem pemasangannya, soalnya berhubung Nabil takut sama suara bor (oiya, masangnya harus pake bor, tapi semua perintilan untuk masangnya udah 1 paket sama shelvesnya), jadi kami selalu ngungsi waktu Mas Alfa masang.
Taraaa, inilah jadinyaa
ini sebenernya 2 shelves dijjejerin (note to self:change that frame pls)
eh ada yang ikutan nampang
overall look
2 shelves lagi di area reading nook
Tahun ini adalah tahun pertama jadi tuan rumah di rumah sendiri. Tahun 2011 juga sih, but that didn't count karena masih punya baby jadi ga terlalu semangat untuk nyiapin apa-apa.
Cookies beli yang abal-abal dan rasanya blah. Bikin ketupat gosong. Sigh.
Tahun ini berencana sedikit lebih niat, dan niat pula bikin cookies sendiri! Ini perdana lhoooo...deg-degan juga jadinya.
Rencananya bikin 4 jenis aja, kastangel, nastar, sus kering, dan...apalagi ya?
Selain cookies-cookies standar tadi, pengen juga bikin sesuatu yang beda, biar ga ada perbandingannya sih sebenernya, kalau-kalau ketiga cookies yang disebutin tadi gagal, hihihi
Browsing-browsing, nemu resep Milo Doggie cookies, caranya gampang, dan lucu pula, kemungkinan tamu yang dateng temen-temen sebaya yang anaknya masih kecil sih, jadi cocok sepertinya!
Ini resepnya ya, sebenernya nemu di blognya mba Hesti, tapi karena ga bisa copas jadi nemu juga di sini
Ingredients:
(makes about 48 cookies, tapi kok aku engga ya? apa kegedean?)
180g butter, soften at room temperature
80g Milo>> aku pake ovaltine
200g tepung serbaguna
25g corn flour
25g milk powder
100g chocolate chips
some chocolate rice>> ini maksudnya meises ya
some Koko Krunch
Method:
(makes about 48 cookies, tapi kok aku engga ya? apa kegedean?)
180g butter, soften at room temperature
80g Milo>> aku pake ovaltine
200g tepung serbaguna
25g corn flour
25g milk powder
100g chocolate chips
some chocolate rice>> ini maksudnya meises ya
some Koko Krunch
Method:
- Pre-heat oven to 140deg C. Line baking tray with baking paper and set aside.
- Sieve top flour, corn flour and milk powder.
- Cream butter and Milo for about three minutes at low speed. Do not overbeat.
- Put in top flour, cornflour and milk powder and beat for about one minute to form dough.
- Divide dough into 10g each. Put three chocolate chips into each piece of dough and roll into balls.
- Insert two pieces of Koko Krunch to form the 'ears', chocolate rice for the "eyes", and a chocolate chip in the centre for the 'nose'.
- Bake at 140 deg C for about 25 minutes. Depending on your oven, it may take another 5 to 10 minutes more for the cookies to be ready.
- Leave to cool on wire rack before storing in an airtight container.
Ini hasilnya...how cute is that??
Kalau rasa, errr sejujurnya kurang suka cookies tp sepertinya enak-enak aja, dan karena jumlahnya pas setoples jadinya icipnya cuma dapet jatah 2 biji aja, hihihi
Di rumah ini ada cekungan dinding yang awkward alias ga lurus sama dinding lainnya.
Tadinya pengen bikin study area dengan built-in working desk dan rak buku. Tapi errrr..mahal kakak..Dan pengen memanfaatkan furniture yang sudah ada.
Akhirnya bikin reading nook alias pojok membaca.
kursinya bawaan rumah, rak dari hypermart dan gordyn ikea.
Love how the curtains gave a pop of texture againts the ivory furniture.
eh..ada yang lagi baca :D
haloo
"ngapain bun?"
Area atasnya masih terasa kosong, pengen masang artwork atau floating shelves , dan gatel pengen ganti shades si lampu ituu. next project yaa :D
Pertama kali liat sofa ikea putih, langsung naksir tak terkira, pengennya langsung beli aja!
Karena selain sucker for ikea stuffs, I'm also a sucker for white stuff.
Tapi tentunya mikir panjang dulu, gimana maintanancenya? sadar diri enggak rajin dan telaten, punya sofa putih bakalan terlalu demanding ga?? mana punya balita yang masih gedebag gedebug tumpah sana sini, mau ga mau jadi ragu-ragu juga.
Etapi taunya suami udah confirm ke penjualnya kalo kita jadi ambil, ya udahlah walo ngeri-ngeri tapi seneng, bismillah aja.
Warnanya sebenernya udah ga putih lagi, tapi kuning kuning ga rata gitu deh, huhuhu tapi niatnya mau dicuci ulang siapa tau kembali kinclong. Apa daya ternyata walo udah dicuci ulang sama penjualnya, pas nyampe rumah tetep wae kuning-kuning huhuhu.
Ga kepikiran untuk nyoba nyuci sendiri sampai akhirnya ketumpahan susu coklat sama Nabil. Panik. Langusng disikat di tempat yang tumpah, tapi kok...malah meleber kemana-mana? pas nyoba kasi byclean kok malah belang-belang??? Tidaaaakk!!
Karena selain sucker for ikea stuffs, I'm also a sucker for white stuff.
Tapi tentunya mikir panjang dulu, gimana maintanancenya? sadar diri enggak rajin dan telaten, punya sofa putih bakalan terlalu demanding ga?? mana punya balita yang masih gedebag gedebug tumpah sana sini, mau ga mau jadi ragu-ragu juga.
Etapi taunya suami udah confirm ke penjualnya kalo kita jadi ambil, ya udahlah walo ngeri-ngeri tapi seneng, bismillah aja.
Warnanya sebenernya udah ga putih lagi, tapi kuning kuning ga rata gitu deh, huhuhu tapi niatnya mau dicuci ulang siapa tau kembali kinclong. Apa daya ternyata walo udah dicuci ulang sama penjualnya, pas nyampe rumah tetep wae kuning-kuning huhuhu.
Ga kepikiran untuk nyoba nyuci sendiri sampai akhirnya ketumpahan susu coklat sama Nabil. Panik. Langusng disikat di tempat yang tumpah, tapi kok...malah meleber kemana-mana? pas nyoba kasi byclean kok malah belang-belang??? Tidaaaakk!!
Akhirnya langsung insyaf, ga nyoba
sootoy lagi tapi langsung nanya ke ahlinya. Googling.
Nyoba 1 cover dulu takut salah lagi
(fyi cover sofanya removable), caranya direndam air panas dulu dan dicampur 1/4 gelas soda kue dan garam untuk 4 liter air, aku pake 1 sdm aja untuk 1 wastafel. Trus dibilas pake cuka 1 sdm juga.
Pas direndem airnya kuning lhooo, apakah ini pertanda baik??
Waktu dijemur masih rada kuning sih, tapi siapa tau kalo kena matahari bakalan putih kaya clodi (er...)
Finally, inilah hasilnya!!
(pls mind the poor lighting, malem-malem sih potonya :p)
yang dicuci yang sebelah kiri atas, beda banget yaakkk, langsung kinclong :D
di zoom
sebelumnya kuning banget kann T_T
yeaay jadi putih
Jadi pengen dicuci semuanya :D
Diberdayakan oleh Blogger.




























Leave a Comment